Aromaterapi sering terlihat seperti sesuatu yang harus dibeli dalam bentuk minyak esensial, diffuser, lilin wangi, atau produk pengharum ruangan khusus. Padahal, menurut saya, kita bisa membuat aromaterapi sendiri di rumah dengan bahan yang jauh lebih sederhana.
Banyak bahan di dapur dan tanaman di sekitar rumah yang punya aroma alami. Misalnya serai, kulit jeruk, daun pandan, kayu manis, cengkeh, jahe, kopi, bunga melati, bunga mawar, atau daun mint. Bahan-bahan seperti ini bisa membantu membuat ruangan terasa lebih segar, hangat, dan nyaman tanpa harus selalu membeli pengharum ruangan.
Apa Itu Aromaterapi Rumahan?
Aromaterapi rumahan adalah cara memanfaatkan aroma dari bahan alami untuk menciptakan suasana ruangan yang lebih nyaman. Biasanya orang mengenal aromaterapi dari minyak esensial. Menurut National Center for Complementary and Integrative Health, aromaterapi menggunakan minyak esensial dari tanaman yang biasanya dipakai dengan cara dihirup atau diaplikasikan ke kulit dalam bentuk yang sudah diencerkan. Namun, untuk kebutuhan rumah, kita juga bisa mengambil inspirasi dari prinsip tersebut dengan memakai bahan alami yang aromanya keluar saat direbus, dikeringkan, atau direndam. (sumber : NCCIH)
Saya pribadi lebih suka melihat aromaterapi rumahan sebagai cara sederhana untuk membuat rumah terasa lebih hidup. Bukan untuk menggantikan pengobatan, bukan juga untuk klaim kesehatan berlebihan. Aromaterapi alami lebih cocok kita gunakan untuk menciptakan suasana: ruang tamu terasa segar, kamar terasa lebih tenang, dapur tidak terlalu amis, atau lemari tidak mudah apek.
Jadi, kalau Anda mencari cara membuat aromaterapi sendiri tanpa alat khusus, artikel ini bisa menjadi panduan praktis.
Bahan-Bahan Alami untuk Membuat Aromaterapi Sendiri
Sebelum membuat aromaterapi, kita perlu tahu dulu bahan apa saja yang bisa dipakai. Kabar baiknya, bahan-bahan ini sering ada di dapur.
- Serai, punya aroma segar dan sedikit hangat. Saya suka memakai serai untuk area dapur, kamar mandi, atau ruang keluarga karena aromanya cukup kuat tetapi tetap terasa alami.
- Kulit jeruk atau lemon, cocok untuk Anda yang ingin aroma bersih dan segar. Setelah makan jeruk, kulitnya jangan langsung dibuang. Kita bisa memakainya untuk rebusan aromaterapi atau mengeringkannya untuk pengharum lemari.
- Daun pandan, memberi aroma lembut dan familiar. Banyak orang Indonesia sudah terbiasa dengan aroma pandan dari makanan, jadi aromanya terasa nyaman dan tidak menusuk.
- Kayu manis dan cengkeh, cocok untuk suasana hangat. Aroma keduanya terasa kuat, jadi cukup pakai sedikit saja agar ruangan tidak terlalu menyengat.
- Jahe, bisa memberi aroma hangat yang khas. Jahe cocok dikombinasikan dengan serai, kayu manis, atau kulit jeruk.
- Kopi bubuk, bisa membantu memberi aroma khas sekaligus menyerap bau kurang sedap. Saya biasanya menyarankan kopi untuk sudut dapur, lemari kecil, atau area yang sering berbau lembap.
- Bunga melati, mawar, kenanga, atau lavender, bisa dipakai kalau Anda punya tanamannya di rumah. Bunga segar bisa memberi aroma lembut, sedangkan bunga kering bisa dipakai untuk aromaterapi kering.
Cara Membuat Aromaterapi Sendiri dengan Rebusan Bahan Alami
Ini cara paling mudah untuk membuat aromaterapi di rumah. Anda tidak butuh diffuser, tidak butuh minyak esensial, dan tidak perlu alat mahal.
Siapkan panci kecil berisi air. Masukkan bahan aromatik seperti serai yang sudah digeprek, kulit jeruk, daun pandan, kayu manis, cengkeh, atau jahe. Setelah itu, rebus dengan api kecil. Saat air mulai panas, uapnya akan membawa aroma bahan-bahan tersebut ke udara.
Saya biasanya memakai kombinasi sederhana seperti serai, kulit jeruk, dan kayu manis. Serai memberi aroma segar, kulit jeruk memberi kesan bersih, sedangkan kayu manis memberi aroma hangat. Kombinasi ini cocok untuk ruang tamu atau dapur.
Saat merebus bahan aromaterapi, jangan tinggalkan kompor tanpa pengawasan. Gunakan api kecil saja dan tambahkan air kalau mulai berkurang. Setelah selesai, matikan kompor dan buang sisa bahan jika aromanya sudah berubah.
Cara ini cocok untuk Anda yang ingin membuat rumah harum secara cepat, terutama setelah memasak, setelah membersihkan rumah, atau saat ingin membuat suasana lebih santai.
Cara Membuat Aromaterapi Sendiri dalam Bentuk Semprotan Ruangan

Selain direbus, Anda juga bisa membuat aromaterapi sederhana dalam bentuk semprotan ruangan. Versi ini cocok untuk kamar, ruang kerja, kamar mandi, atau area yang ingin diberi aroma ringan.
Bahan yang bisa Anda siapkan:
- Air matang atau air suling
- Kulit jeruk, daun pandan, serai, atau bunga segar
- Botol spray bersih
- Sedikit alkohol food grade atau witch hazel jika ada
Cara membuatnya cukup mudah.
Masukkan bahan beraroma ke dalam wadah bersih, lalu tambahkan air matang. Diamkan beberapa jam agar aromanya keluar. Setelah itu, saring airnya dan masukkan ke botol spray. Kalau Anda punya alkohol food grade atau witch hazel, tambahkan sedikit agar campuran lebih stabil.
Namun, perlu Anda ingat, semprotan alami seperti ini tidak akan seawet parfum ruangan pabrikan. Aromanya lebih lembut dan masa simpannya lebih pendek. Karena itu, saya lebih menyarankan membuat dalam jumlah kecil saja. Simpan di tempat sejuk dan habiskan dalam beberapa hari.
Jangan semprotkan langsung ke kain mahal, permukaan kayu sensitif, atau area yang mudah meninggalkan noda. Coba sedikit dulu di area kecil sebelum memakainya lebih luas.
Cara Membuat Aromaterapi dari Serai dan Kulit Jeruk
Kalau ingin mencoba resep paling aman dan mudah, saya merekomendasikan kombinasi serai dan kulit jeruk. Dua bahan ini gampang ditemukan, aromanya segar, dan cocok untuk banyak ruangan.
- Siapkan 2 batang serai, kulit dari 1 buah jeruk, dan 2 gelas air.
- Geprek serai agar aromanya keluar.
- Masukkan serai dan kulit jeruk ke dalam panci, lalu rebus dengan api kecil.
- Kalau ingin aroma lebih hangat, tambahkan 1 batang kecil kayu manis atau 2 butir cengkeh.
Biarkan rebusan mengeluarkan uap selama beberapa menit. Aroma serai dan jeruk biasanya langsung terasa. Kombinasi ini cocok untuk dapur setelah memasak, ruang tamu sebelum menerima tamu, atau area dekat jendela agar aromanya menyebar lebih halus.
Menurut saya, resep ini menjadi pilihan paling praktis karena tidak ribet. Anda bisa memanfaatkan sisa kulit jeruk yang biasanya langsung masuk tempat sampah.
Cara Membuat Aromaterapi Kering untuk Lemari dan Kamar
Kalau Anda ingin aromaterapi yang tidak perlu dipanaskan, coba buat aromaterapi kering. Bentuknya mirip pouch kecil yang bisa diletakkan di lemari, laci, kamar, atau sudut ruangan.
Bahan yang bisa Anda gunakan antara lain kulit jeruk kering, bunga kering, kayu manis, cengkeh, daun pandan kering, atau kopi. Pastikan bahan benar-benar kering agar tidak mudah berjamur.
Cara membuatnya sederhana.
- Keringkan kulit jeruk atau bunga di bawah sinar matahari.
- Setelah benar-benar kering, campurkan dengan kayu manis, cengkeh, atau kopi.
- Masukkan bahan tersebut ke kantong kain kecil, kain kasa, atau pouch tipis.
- Setelah itu, letakkan di area yang ingin diberi aroma.
Untuk lemari, saya lebih suka kombinasi kulit jeruk kering, cengkeh, dan kayu manis. Untuk kamar, Anda bisa mencoba pandan kering dan bunga kering agar aromanya lebih lembut.
Ganti bahan jika aromanya mulai hilang atau terlihat lembap. Jangan memaksakan bahan yang sudah berubah warna, berjamur, atau berbau aneh.
Rekomendasi Kombinasi Aroma yang Bisa Dicoba
Agar hasilnya tidak membingungkan, Anda bisa memilih kombinasi aroma sesuai kebutuhan ruangan.
Untuk aroma segar, campurkan serai, kulit jeruk, dan daun mint. Kombinasi ini cocok untuk ruang kerja, dapur, atau ruang tamu.
Untuk aroma hangat, gunakan kayu manis, cengkeh, dan jahe. Aroma seperti ini cocok saat hujan, malam hari, atau ketika ingin membuat ruangan terasa lebih nyaman.
Untuk aroma lembut, gunakan daun pandan dan bunga melati. Kombinasi ini cocok untuk kamar tidur, ruang santai, atau area yang tidak membutuhkan aroma terlalu kuat.
Untuk area dapur, coba kopi dan kayu manis. Kopi memberi aroma khas yang cukup kuat, sedangkan kayu manis memberi sentuhan hangat.
Kalau baru pertama mencoba, jangan langsung mencampur banyak bahan. Mulai dari 2 sampai 3 bahan saja. Dengan begitu, Anda bisa tahu aroma mana yang paling cocok untuk rumah Anda.
Tips Agar Aromaterapi Alami Lebih Tahan Lama
Aromaterapi buatan sendiri memang tidak setajam dan setahan lama produk pabrikan. Tapi kita tetap bisa membuat aromanya lebih maksimal.
Gunakan bahan yang masih segar. Serai yang segar, kulit jeruk yang baru dikupas, dan daun pandan yang masih hijau biasanya menghasilkan aroma lebih kuat.
Untuk aromaterapi kering, pastikan bahan benar-benar kering sebelum masuk ke pouch. Bahan yang masih lembap bisa memicu jamur dan bau tidak sedap.
Simpan bahan kering dalam wadah tertutup jika belum langsung dipakai. Cara ini membantu menjaga aroma agar tidak cepat hilang.
Jangan mencampur terlalu banyak aroma. Campuran berlebihan justru bisa membuat ruangan terasa aneh. Pilih satu aroma utama, lalu tambahkan satu aroma pendukung.
Ganti bahan secara berkala. Untuk pouch kering, cek setiap beberapa hari. Kalau aromanya mulai hilang, Anda bisa menambahkan bahan baru.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Aromaterapi Sendiri
Kesalahan pertama adalah memakai bahan yang sudah busuk atau terlalu lembap. Bahan seperti ini bukan membuat ruangan harum, tetapi justru bisa menimbulkan bau tidak enak.
Kesalahan kedua adalah merebus bahan aromaterapi sampai airnya habis. Ini berbahaya karena panci bisa gosong dan aroma berubah menjadi tidak sedap. Selalu gunakan api kecil dan awasi rebusan.
Kesalahan ketiga adalah mencampur terlalu banyak bahan sekaligus. Misalnya serai, jeruk, pandan, kopi, kayu manis, cengkeh, jahe, dan bunga dicampur jadi satu. Hasilnya bisa terlalu ramai dan tidak nyaman dihirup.
Kesalahan keempat adalah menyimpan semprotan alami terlalu lama. Karena tidak memakai pengawet khusus, cairan alami lebih cepat berubah. Buat sedikit saja dan gunakan dalam waktu singkat.
Kesalahan kelima adalah memakai aromaterapi terlalu kuat di ruangan tertutup. Aroma yang terlalu pekat bisa membuat sebagian orang tidak nyaman, apalagi anak kecil, ibu hamil, orang dengan asma, atau orang yang sensitif terhadap bau.
Apakah Aromaterapi Buatan Sendiri Aman?
Secara umum, aromaterapi rumahan bisa digunakan dengan aman kalau kita memakainya secara wajar. Namun, tetap ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Gunakan bahan yang bersih. Cuci serai, daun pandan, bunga, atau kulit jeruk sebelum dipakai. Kalau memakai kulit jeruk, pastikan tidak ada sisa kotoran atau pestisida yang menempel.
Jangan mengoleskan air rebusan atau minyak buatan sendiri langsung ke kulit, apalagi jika Anda belum tahu reaksinya. Beberapa bahan alami tetap bisa memicu iritasi pada orang tertentu.
Hindari aroma yang terlalu tajam di kamar bayi atau anak kecil. Beberapa minyak aromaterapi juga perlu dipakai hati-hati, terutama di sekitar anak, ibu hamil, orang dengan kondisi medis tertentu, dan hewan peliharaan. Mayo Clinic juga mengingatkan bahwa essential oil perlu digunakan sesuai arahan dan tidak semua kondisi cocok untuk pemakaian aromaterapi. (sumber: Mayo Clinic News Network)
Jangan menelan essential oil atau cairan aromaterapi. Artikel ini membahas aromaterapi untuk ruangan, bukan untuk konsumsi.
Pastikan ruangan tetap punya sirkulasi udara. Aromaterapi yang baik seharusnya membuat ruangan nyaman, bukan membuat kepala terasa berat.
Kapan Sebaiknya Membuat Aromaterapi Sendiri?
Menurut saya, aromaterapi buatan sendiri cocok dibuat saat rumah terasa pengap, setelah memasak makanan beraroma kuat, saat ingin membersihkan suasana kamar, atau ketika ingin membuat ruang kerja terasa lebih segar.
Aromaterapi alami juga cocok untuk Anda yang ingin mengurangi penggunaan pengharum ruangan sintetis. Kita bisa mengontrol sendiri bahan yang dipakai, menyesuaikan aroma sesuai selera, dan memanfaatkan bahan yang sudah ada di rumah.
Yang paling penting, cara ini tidak harus mahal. Kulit jeruk yang biasanya dibuang, serai yang ada di dapur, atau daun pandan yang tumbuh di halaman bisa kita manfaatkan ulang menjadi pengharum alami.
Membuat aromaterapi sendiri itu asik
Menurut saya, bagian paling menyenangkan dari membuat aromaterapi sendiri adalah kita bisa menyesuaikan aroma dengan suasana yang ingin dibangun. Kalau ingin segar, pakai serai dan jeruk. Kalau ingin hangat, pakai kayu manis dan cengkeh. Kalau ingin lembut, pakai pandan dan bunga.
Jadi, sebelum membeli pengharum ruangan baru, coba cek dulu dapur dan halaman rumah. Bisa jadi bahan untuk membuat aromaterapi alami sudah tersedia di sana.





