Membuat minyak sereh di rumah sebenarnya tidak serumit yang sering orang bayangkan. Saya dulu juga mengira prosesnya harus pakai alat penyulingan khusus, panci besar, selang, dan perlengkapan rumit lainnya. Padahal, untuk kebutuhan rumahan, kita bisa membuat minyak sereh sederhana dengan metode rendaman atau infuse.
Minyak sereh buatan sendiri ini bisa Anda gunakan untuk berbagai kebutuhan ringan di rumah. Misalnya untuk aromaterapi, minyak oles, campuran pengharum ruangan, atau membantu mengurangi gangguan nyamuk. Kuncinya cuma satu: Anda perlu tahu langkah-langkahnya agar hasilnya wangi, tidak cepat rusak, dan tetap nyaman digunakan.
Di artikel ini, saya akan membahas cara membuat minyak sereh dari bahan sederhana yang mudah Anda temukan di dapur.
Apa Itu Minyak Sereh?
Minyak sereh adalah minyak yang membawa aroma khas dari tanaman sereh. Aromanya segar, hangat, sedikit citrus, dan cukup kuat. Karena aroma inilah sereh sering masuk ke berbagai produk rumahan, mulai dari minyak oles, lilin aromaterapi, sabun, sampai pengharum ruangan.
Namun, kita perlu membedakan antara minyak sereh rumahan dan essential oil sereh. Minyak sereh rumahan biasanya dibuat dengan cara merendam sereh ke dalam minyak pembawa seperti minyak kelapa atau minyak zaitun. Sementara itu, essential oil sereh dibuat melalui proses distilasi atau penyulingan.
Jadi, kalau Anda membuatnya di rumah dengan cara direndam, hasilnya lebih tepat disebut minyak infuse sereh. Meski begitu, minyak ini tetap berguna untuk kebutuhan harian yang ringan.
Manfaat Minyak Sereh untuk Kebutuhan Sehari-hari
Sebelum masuk ke cara membuat minyak sereh, saya ingin bahas dulu beberapa manfaat sederhananya. Ini bukan untuk menggantikan obat atau perawatan medis, tetapi lebih ke manfaat praktis yang sering orang cari dari minyak sereh.
1. Sebagai Aromaterapi Alami
Aroma sereh terasa segar dan menenangkan. Banyak orang memakai aroma sereh untuk membuat ruangan terasa lebih rileks, bersih, dan nyaman. Anda bisa mengoleskan sedikit minyak sereh ke kain kecil, mencampurnya ke pengharum ruangan alami, atau menggunakannya sebagai minyak pijat ringan.
Menurut Cleveland Clinic, lemongrass oil memiliki aroma citrus yang kuat dan sering digunakan dalam konteks relaksasi serta aromaterapi. Jadi, tidak heran kalau minyak sereh sering masuk ke produk perawatan tubuh dan pengharum ruangan alami.
2. Untuk Minyak Pijat Ringan
Minyak sereh rumahan cocok sebagai minyak pijat ringan, terutama jika Anda mencampurnya dengan minyak pembawa yang lembut seperti minyak kelapa. Aromanya memberi sensasi hangat dan segar.
Namun, Anda tetap perlu hati-hati. Jangan langsung mengoleskan banyak minyak ke kulit. Coba dulu sedikit di area kecil, misalnya bagian lengan. Kalau muncul gatal, panas berlebihan, atau kemerahan, sebaiknya hentikan pemakaian.
3. Membantu Mengusir Nyamuk dan Serangga
Sereh sering dikaitkan dengan aroma yang tidak disukai nyamuk. Karena itu, banyak produk pengusir serangga memakai aroma citronella atau sereh wangi sebagai bahan utamanya.
National Pesticide Information Center menjelaskan bahwa oil of citronella digunakan sebagai pengusir serangga, tetapi tetap bisa menyebabkan iritasi atau reaksi alergi pada sebagian orang ketika terkena kulit. Artinya, minyak sereh memang bisa membantu, tetapi Anda tetap harus menggunakannya dengan bijak.
4. Sebagai Campuran Perawatan Rumah
Selain untuk tubuh, minyak sereh juga bisa Anda manfaatkan untuk kebutuhan rumah. Misalnya, Anda bisa meneteskan sedikit minyak ke lap basah untuk membersihkan permukaan meja, mencampurnya ke larutan pengharum ruangan, atau meletakkannya di sudut ruangan agar aromanya lebih segar.
Bahan yang Dibutuhkan untuk Membuat Minyak Sereh
Untuk membuat minyak sereh di rumah, Anda tidak membutuhkan bahan yang sulit. Siapkan saja beberapa bahan dan alat berikut:
- 5 sampai 10 batang sereh segar
- 250 ml minyak pembawa, bisa minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak biji bunga matahari
- Toples kaca bersih dan kering
- Pisau atau ulekan
- Saringan halus atau kain bersih
- Botol kaca bersih untuk penyimpanan
Saya lebih menyarankan minyak kelapa karena aromanya cocok dengan sereh dan mudah ditemukan. Namun, kalau Anda ingin aroma yang lebih netral, Anda bisa memakai minyak biji bunga matahari. Kalau ingin tekstur yang lebih lembut untuk kulit, minyak zaitun juga bisa menjadi pilihan.
Cara Membuat Minyak Sereh di Rumah
Sekarang kita masuk ke bagian utama, yaitu cara membuat minyak sereh dengan metode rendaman. Metode ini paling mudah untuk pemula karena tidak membutuhkan alat penyulingan.
1. Pilih Sereh yang Masih Segar
Pilih batang sereh yang masih segar, padat, dan aromanya kuat. Hindari sereh yang sudah terlalu kering, berlendir, atau berbau tidak enak. Semakin segar serehnya, semakin kuat aroma yang bisa keluar ke dalam minyak.
Biasanya saya memilih batang sereh yang bagian bawahnya masih putih kekuningan dan batangnya terasa keras saat ditekan. Bagian bawah sereh umumnya memiliki aroma yang lebih kuat dibanding bagian daun atasnya.
2. Cuci Sereh Sampai Bersih
Cuci sereh dengan air mengalir untuk menghilangkan tanah, debu, atau sisa kotoran. Setelah itu, tiriskan sampai benar-benar kering.
Bagian ini penting. Jangan langsung mencampurkan sereh yang masih basah ke dalam minyak. Air bisa membuat minyak lebih cepat rusak dan memicu aroma tidak sedap. Kalau perlu, lap sereh dengan kain bersih lalu angin-anginkan beberapa saat.
3. Geprek atau Iris Sereh
Setelah kering, geprek batang sereh menggunakan ulekan atau bagian belakang pisau. Anda juga bisa mengirisnya kecil-kecil.
Tujuannya sederhana: membuka serat sereh agar aromanya lebih mudah keluar ke dalam minyak. Kalau sereh langsung dimasukkan dalam keadaan utuh, proses infuse biasanya berjalan lebih lambat dan aroma minyak tidak terlalu kuat.
4. Masukkan Sereh ke Dalam Toples
Masukkan sereh yang sudah digeprek atau diiris ke dalam toples kaca bersih. Setelah itu, tuangkan minyak pembawa sampai seluruh sereh terendam.
Pastikan tidak ada bagian sereh yang terlalu banyak muncul di permukaan. Kalau sereh tidak terendam sempurna, bagian tersebut lebih mudah terpapar udara dan bisa memengaruhi kualitas minyak.
Perbandingan mudahnya, gunakan sekitar 5 sampai 10 batang sereh untuk 250 ml minyak. Kalau ingin aroma yang lebih kuat, Anda bisa menambah jumlah sereh.
5. Rendam Selama 3 sampai 7 Hari
Tutup toples dengan rapat, lalu simpan di tempat yang hangat dan kering. Hindari sinar matahari langsung yang terlalu panas. Anda bisa meletakkannya di dekat jendela yang terang, tetapi jangan sampai toples terkena panas berlebihan sepanjang hari.
Diamkan selama 3 sampai 7 hari. Setiap hari, kocok pelan toples agar sereh dan minyak tercampur merata. Semakin lama Anda merendamnya, aroma sereh biasanya semakin kuat.
Kalau ingin hasil yang lebih pekat, Anda bisa mengganti sereh lama dengan sereh baru setelah beberapa hari, lalu merendamnya lagi dengan minyak yang sama.
6. Saring Minyak
Setelah aroma minyak terasa cukup kuat, saring minyak menggunakan kain bersih atau saringan halus. Pisahkan ampas sereh dari minyaknya.
Tekan perlahan ampas sereh agar sisa minyak keluar, tetapi jangan terlalu kasar sampai serat-serat halus ikut masuk. Semakin bersih hasil saringannya, semakin bagus tampilan minyak saat Anda simpan.
7. Simpan di Botol Kaca Bersih
Tuangkan minyak sereh ke dalam botol kaca bersih dan kering. Kalau ada, gunakan botol kaca berwarna gelap agar minyak lebih terlindungi dari cahaya.
Simpan di tempat sejuk, kering, dan jauh dari paparan matahari langsung. Jangan lupa beri label tanggal pembuatan agar Anda tahu kapan minyak tersebut mulai disimpan.
Tips agar Minyak Sereh Buatan Rumah Lebih Awet
Agar minyak sereh tidak cepat berubah aroma, Anda perlu memperhatikan kebersihan alat dan cara penyimpanan. Menurut saya, inilah bagian yang sering orang abaikan saat membuat minyak herbal rumahan.
Pertama, pastikan semua alat benar-benar bersih dan kering. Toples, pisau, saringan, dan botol penyimpanan tidak boleh basah. Air yang masuk ke minyak bisa membuat kualitas minyak cepat menurun.
Kedua, gunakan sereh yang sudah kering setelah dicuci. Bukan kering seperti dijemur sampai layu, tetapi kering dari sisa air cucian.
Ketiga, simpan minyak di botol tertutup rapat. Jangan sering membuka tutup botol kalau tidak perlu. Setiap kali botol terbuka, udara dan kotoran kecil bisa masuk.
Keempat, ambil minyak dengan tangan bersih atau alat bantu yang bersih. Kalau Anda sering mencelupkan jari langsung ke dalam botol, minyak bisa lebih cepat terkontaminasi.
Kesalahan yang Sering Terjadi Saat Membuat Minyak Sereh
Meskipun cara membuat minyak sereh cukup mudah, ada beberapa kesalahan kecil yang bisa membuat hasilnya kurang maksimal.
Sereh Masih Basah Saat Masuk ke Minyak
Ini kesalahan paling umum. Banyak orang mencuci sereh, lalu langsung mencampurnya dengan minyak. Padahal, sisa air bisa membuat minyak lebih mudah rusak.
Toples Tidak Bersih
Toples yang kurang bersih bisa membuat aroma minyak berubah. Kadang minyak jadi berbau apek, asam, atau tidak segar. Jadi, selalu gunakan wadah yang benar-benar bersih.
Terlalu Lama Menjemur Minyak di Panas Terik
Beberapa orang meletakkan toples di bawah matahari langsung sepanjang hari. Menurut saya, ini kurang ideal. Panas berlebihan bisa mengubah aroma dan kualitas minyak. Lebih baik simpan di tempat hangat, terang, tetapi tidak terlalu panas.
Menggunakan Terlalu Sedikit Sereh
Kalau jumlah sereh terlalu sedikit, aroma minyak tentu tidak akan kuat. Gunakan sereh dalam jumlah cukup agar hasilnya terasa lebih maksimal.
Cara Menggunakan Minyak Sereh Buatan Sendiri
Setelah minyak jadi, Anda bisa menggunakannya untuk beberapa kebutuhan sederhana di rumah.
Untuk minyak oles, gunakan sedikit saja. Oleskan tipis ke bagian kulit, lalu lihat reaksinya. Jangan gunakan di area luka, wajah, mata, atau kulit yang sedang iritasi.
Untuk aromaterapi sederhana, teteskan minyak ke kapas atau kain kecil, lalu letakkan di sudut ruangan. Anda juga bisa mencampurnya ke lilin aromaterapi buatan sendiri jika memang biasa membuat lilin.
Untuk pengharum ruangan, campurkan sedikit minyak sereh ke dalam air hangat, lalu gunakan sebagai semprotan ruangan. Namun, kocok dulu sebelum dipakai karena minyak dan air tidak menyatu sempurna.
Untuk membantu mengurangi nyamuk, Anda bisa mengoleskan sedikit minyak pada area tertentu, seperti kaki meja, dekat jendela, atau sudut ruangan. Jangan mengandalkan minyak sereh sepenuhnya jika kondisi nyamuk sedang banyak. Tetap jaga kebersihan rumah, buang genangan air, dan gunakan perlindungan tambahan jika perlu.
Apakah Minyak Sereh Rumahan Sama dengan Essential Oil?
Tidak sama. Ini penting untuk dipahami.
Minyak sereh rumahan yang kita buat dengan metode rendaman adalah minyak pembawa yang menyerap aroma dan sebagian senyawa dari sereh. Sementara itu, essential oil sereh berasal dari proses penyulingan yang menghasilkan minyak atsiri lebih pekat.
Karena itu, minyak sereh rumahan biasanya lebih ringan dan lebih aman untuk kebutuhan sederhana, asalkan tetap digunakan dengan hati-hati. Namun, aromanya mungkin tidak sekuat essential oil murni.
Kalau tujuan Anda hanya ingin membuat minyak oles ringan, pengharum alami, atau campuran aromaterapi sederhana, metode rendaman sudah cukup. Tetapi kalau Anda ingin menghasilkan essential oil murni, Anda membutuhkan alat distilasi dan proses yang lebih teknis.
Berapa Lama Minyak Sereh Buatan Rumah Bisa Bertahan?
Minyak sereh buatan rumah bisa bertahan beberapa minggu sampai beberapa bulan, tergantung bahan, kebersihan alat, dan cara penyimpanan.
Kalau Anda membuatnya dengan alat kering, sereh segar, dan menyimpannya di botol tertutup rapat, minyak biasanya lebih awet. Namun, kalau minyak mulai berbau tengik, berubah warna drastis, muncul endapan aneh, atau terasa gatal saat digunakan, sebaiknya jangan dipakai lagi.
Agar lebih aman, saya menyarankan membuat minyak sereh dalam jumlah kecil dulu. Jadi, Anda bisa menghabiskannya lebih cepat dan tidak perlu menyimpan terlalu lama.
Jadi, Membuat Minyak Sereh di Rumah Itu Mudah
Setelah tahu langkah-langkahnya, cara membuat minyak sereh ternyata cukup sederhana. Anda hanya perlu menyiapkan sereh segar, minyak pembawa, toples bersih, dan waktu beberapa hari untuk proses rendaman.
Menurut saya, bagian terpenting bukan pada alat yang mahal, tetapi pada kebersihan bahan dan kesabaran saat proses infuse. Kalau sereh Anda segar, alatnya kering, dan penyimpanannya benar, minyak sereh buatan rumah bisa menghasilkan aroma yang segar dan nyaman digunakan untuk kebutuhan harian.
Jadi, kalau di dapur ada beberapa batang sereh yang masih segar, Anda bisa mencobanya sendiri di rumah. Mulai dari jumlah kecil dulu, lalu sesuaikan aroma dan teksturnya sesuai kebutuhan.
FAQ Seputar Cara Membuat Minyak Sereh
Apakah minyak sereh bisa dibuat tanpa alat penyulingan?
Bisa. Anda bisa menggunakan metode rendaman dengan minyak pembawa. Hasilnya bukan essential oil murni, tetapi minyak infuse sereh yang cocok untuk kebutuhan rumahan.
Minyak apa yang cocok untuk membuat minyak sereh?
Anda bisa memakai minyak kelapa, minyak zaitun, atau minyak biji bunga matahari. Pilih minyak yang aromanya cocok dengan selera Anda.
Berapa lama sereh harus direndam dalam minyak?
Umumnya 3 sampai 7 hari sudah cukup. Kalau ingin aroma lebih kuat, Anda bisa merendamnya lebih lama atau mengganti sereh lama dengan sereh baru.
Apakah minyak sereh buatan sendiri aman untuk kulit?
Bisa digunakan secara hati-hati, tetapi lakukan uji coba kecil dulu di kulit. Jika muncul iritasi, gatal, atau panas berlebihan, hentikan pemakaian.
Apakah minyak sereh bisa mengusir nyamuk?
Aroma sereh bisa membantu mengurangi gangguan nyamuk, tetapi hasilnya bisa berbeda tergantung kondisi ruangan dan jumlah nyamuk. Tetap gunakan langkah pencegahan lain seperti menjaga kebersihan dan menghilangkan genangan air.





